Media Issues

Terjaga, Stabilitas Industri Jasa Keuangan

Foto dari www.instagram.com [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia dalam kondisi terjaga. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan ekonomi global dan nasional. Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo menyampaikan hal ini dalam keterangannya kepada media, Kamis (1/3).

“Perbaikan ekonomi global semakin solid dan merata. Hal ini ditunjukkan kinerja perekonomian Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang dan Tiongkok yang meningkat. Perkembangan perekonomian AS yang positif ditunjukkan oleh peningkatan inflasi, upah yang meningkat dan terjaga rendahnya tingkat pengangguran,” demikian keterangan OJK.

Menurut institusi ini, reformasi pajak Trump yang akan meningkatkan defisit fiskal dapat mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi sekaligus tekanan inflasi. Hal ini telah mendorong naiknya ekspektasi pasar atas laju kenaikan Fed Fund Rate yang lebih cepat.

Di tingkat domestik, indikator makroekonomi menurut OJK bergerak solid. Inflasi Januari 2018 terpantau turun, kinerja eksternal naik sejalan dengan tren global, serta akumulasi cadangan devisa terpantau meningkat. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Q4-2017 masih meningkat secara moderat dan perbaikan indikator sektor riil masih terbatas.

Menurut OJK, di pasar keuangan domestik, meskipun terdapat net sell nonresiden sebesar Rp9,14 triliun di bulan Februari 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan. Per 23/2 Februari IHSG secara ytm menguat tipis 0,2%. Sementara, yield SBN tenor jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing naik sebesar 4 bps, 28 bps, dan 18 bps. Hal ini didorong oleh net sell nonresiden di pasar SBN sebesar Rp13 triliun pada Februari 2018.(whm/pr)