Media Issues

Di Pasar Sepinggan, Kini Ada Galeri Investasi!

Foto dari www.idx.co.id [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Kini, Galeri Investasi Pasar dapat Anda temui di Pasar Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meresmikan pendirian Galeri Investasi pertama yang berlokasi di pasar untuk kawasan Kalimantan ini, Kamis (8/3). Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Oskar Herliansyah menyampaikan hal ini dalam keterangan persnya.

Oskar juga menyampaikan bahwa Galeri Investasi Pasar Sepinggan ini merupakan Galeri Investasi Pasar urutan yang kedua di Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa pendirian Galeri Investasi BEI di Pasar Sepinggan Balikpapan ini menunjukkan komitmen industri Pasar Modal Indonesia terhadap masyarakat umum secara luas dari berbagai kalangan, bahwa setiap individu berhak untuk sejahtera.

“Dengan adanya program Yuk Nabung Saham yang memungkinkan pembukaan rekening efek sebesar Rp100 ribu, tentu membuka kesempatan bagi setiap masyarakat Indonesia untuk dapat turut menjadi bagian dari Pasar Modal Indonesia,” demikian keterangan Oskar.

Ia menyampaikan bahwa alasan pendirian Galeri Investasi di pasar tradisional adalah keberadaan pasar tradisional yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat seiring dengan peranan pentingnya dalam menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Pasar tradisional juga dikenal sebagai tempat dan pusat pemasaran produk lokal, sehingga pasar tradisional dapat menyerap banyak potensi keramaian masyarakat banyak.

Oskar juga menyampaikan bahwa Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Direktur Phintraco Sekuritas Sriwaty Widjaja selaku Anggota Bursa mitra dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan Misna Ariani yang meresmikan Galeri Investasi Pasar Sepinggan. Selain itu, hadir dalam peresmian Galeri Investasi Pasar Sepinggan ini adalah Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur Dwi Ariyanto, Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Saufan, dan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Kota Balikappan Andar Listiani.

“Di pasar tradisional masyarakat dapat berbaur dengan bebas, tidak membedakan tingkat ekonomi, status sosial maupun agama, serta di pasar tradisional terjadi perputaran uang dan barang yang cukup besar. Pasar tradisional juga dapat membantu menampung penyerapan tenaga kerja lokal khususnya yang tidak mempunyai keahlian khusus,” demikian keterangan Oskar. (whm/pr)